Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Kenapa Kamar Nomor 420 Tidak Pernah Ada di Hotel Manapun di Dunia?

Pernahkah ke hotel atau apartemen dan tidak menemukan kamar dengan nomer 420? Bingung tidak kalau dari 419 langsung 'lompat' ke 421. Biasanya kamar juga ditambah nomer 419+. Ternyata nomer ini menyimpan 'misteri' yang banyak orang tidak tahu lho!

Nah, IDNtimes akan menjawab misteri itu dengan fakta-fakta ini!

420 dipercaya sebagai kode dalam polisian.


420 adalah kode antar petugas kepolisian sebagai status bahwa sedang ada orang yang menghisap marijuana (ganja). Kode tersebut digunakan untuk melaporkan kejadian dan segera dilakukan penangkapan terhadap pelaku.


Ada juga yang menganggap bahwa itu sebagai tanggal lahir Hitler.


Orang-orang tidak ingin diasosiasikan dengan diktator asal Jerman, Adolf Hitler. Tanggal lahir Hitler adalah 20 April. Jadi, ditakutkan jika menggunakan 420, hotel atau kamar tersebut disamakan dengan pengikut pimpinan lambang Swastika itu.

Namun, dua perkiraan sebelumnya, dianggap tidak tepat, karena yang betul adalah...


Semua teori di atas dianggap tidak tepat, karena sebenarnya itu sebagai tanggal 'kelahiran'-nya para pecandu ganja. Tanggal 20 April dijadikan hari perayaan nasional bagi para penggemar dan aktivis legalisasi ganja, mereka biasa disebut pothead. Pada 1971, lima siswa dari SMA San Rafael di Marin County, California, Amerika Serikat menjadwalkan pertemuan jam 04.20 sore.

Pertemuan tersebut dilakukan pada tanggal 20 April oleh kelompok Waldos (kelompok pecandu). Mereka bertemu di patung kimiawan Louis Pasteur yang ada di sekolah. Agar tidak diketahui oleh orang lain tentang pertemuan ini, mereka menggunakan kode 420 dengan satu sama lain sebagai ajakan untuk menghisap ganja.

Kode itu pun mulai tersebar ke penjuru Amerika.


Saudara dari salah satu anggota Waldos kenal dengan anggota band The Grateful Dead yang juga berisi penikmat ganja. Pada 1990, sebelum melakukan konser para anggota band menyebarkan pamflet yang berisi ajakan untuk gitting bersama dengan kode 420 pada 20 April, jam 4.20 sore di Oakland.

Waldos disematkan sebagai pencipta kode ini.


Waldos, pada 1998, disematkan gelar pecinta 420. Sejak saat itu pula, penggunaan kode itu semakin tersebar dan sering digunakan oleh para pencandu ganja. Maka sampai saat ini, penggunaan kode 420 terus diafiliasikan kepada para pecandu ganja untuk mengajak 'acara gitting'. Kamar-kamar hotel dengan 420 pun dianggap sebagai ruangan khusus yang disediakan untuk berpesta ganja.

Jadi sudah tahukan kode 420 sebagai apa? Jangan sembarang sebut, karena ada makna yang 'nyentil' bagi pihakkepolisian.

Guru Terancam Tidak Bisa Sertifikasi dan Inilah Penyebabnya

Selamat sore rekan rekan guru seluruh indonesia , silahkan simak informasi terkait sertifikasi , sepertinya sertifikasi sekrang akan terkendala oleh ijazah , semoga permasalahan ini bisa di atasi silahkan simak informasi selengkapnya .




Pontianak, Ratusan guru Kota Pontianak terancam tak lulus sertifikasi jika kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait linieritas ijazah benar-benar diterapkan. Kabar itu menimbulkan pro kontra di dunia pendidikan, apalagi bagi guru yang memiliki ijazah tidak linier dengan mata pelajaran yang diampunya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan rencananya membuat aturan baru sertifikasi guru. Salah satu aturan tersebut tentang linieritas ijazah. “Jika benar diberlakukan akan jadi masalah. Bukan di Pontianak saja, namun seluruh Indonesia. Saya berharap kebijakan ini tidak diberlakukan. Kami sudah menyampaikan saran dan pandangan ke pusat. Mudah-mudahan ada reaksi dari pusat,” ucapnya kepada Pontianak Post, belum lama ini.

Sistem linieritas rencana akan diberlakukan tahun ini. Di tahun sebelumnya linieritas ijazah tidak termasuk syarat lolos sertifikasi. Kebijakan ini akan memberatkan guru dengan ijazah tak linier, apabila kebijakan ini sampai terjadi.

Menurut Mulyadi, harusnya pemerintah pusat menyiapkan langkah-langkah ke depan jika kenyataan putusan ini diberlakukan. Jika tidak ada solusi akan berdampak pada guru yang ijazahnya tak linier. “Kami tidak bisa menyalahkan guru karena tidak linier, karena seleksi sertifikasi yang telah berjalan dulu tak mempermasalahkan soal linieritas! Kalau sekarang tidak boleh, pusat harus ada kebijakan awal sebagai antisipasi dari dampak tersebut,” jelas Mulyadi.


Lebih dalam, jumlah guru dengan ijazah tak linier yang sedang menunggu sertifikasi jumlahnya ratusan. Meski belum mendapat data pasti, ia tetap mengkhawatirkan kebijakan ini. Yang lalu jika satu rumpun masih boleh, sekarang tidak boleh lagi. “Contohnya, jika mengajar PPKN bisa saja ke Budi Pekerti. Kalau sekarang tidak bisa harus linier sesuai dengan latar belakang pendidikannya,” ungkapnya.

Beberapa tahun lalu tambahnya, insinyur atau jurusan  bukan keguruan bisa jadi guru jika memiliki akta empat. Tentu jika dilihat ijazahnya mereka tidak linier. Mestinya pemerintah telah menyiapkan solusi dari dampak yang ditimbulkan ke depan. Tak sedikit guru dengan ijazah tak linier menunggu sertifikasi, bahkan ada beberapa guru yang sudah sertifikasi kini diputus karena ijazahnya tak linier. “Tentu ini merugikan guru. Pemerintah pusat harus cari solusinya,” timpalnya.

Salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, linieritas ijazah untuk pendaftaran sertifikasi penting. Linieritas untuk meningkatkan profesionalitas kerja sesuai bidangnya masing-masing. Namun dengan catatan, yang sudah lulus sertifikasi tetap dilanjutkan dengan melihat pengabdian dan pengalamannya selama mengajar. “Jika masa kerja lebih 10 tahun dan umurnya 40 ke atas bisa jadi pertimbangan untuk masuk daftar sertifikasi, mesti ijazahnya tak linier,” ucapnya.

Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ada sisi positif dan negatif. Saat ini minat masyarakat jadi guru tinggi. “Bukan berarti saya tidak setuju dengan kebijakan ini, namun kasihan mahasiswa yangbenar-benar mengambil jurusan keguruan namun justru diisi tenaga guru yang ijazahnya tidak linier,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zar'in mengatakan, secara pribadi ia tak menyetujui kebijakan pusat soal linieritas ijazah sebagai syarat sertifikasi. Menurut Zarin, lebih baik kebijakan yang sudah ada tetap dijalankan, dan jangan dirubah. “Jika aturan selalu di ubah tambah kacau. Intinya bagi mereka yang sudah sertifikasi harus meningkatkan kinerjanya,” terang politisi Partai Nasdem itu.(iza/pontianakpost)

Kenapa Sih Cewek Lebih Sering Jadi Korban Pelecehan Seksual Dibandingkan Cowok?

Dikutip dari voaindonesia.com, Nur Hasyim (Direktur Rifka Annisa, organisasi pembela hak-hak perempuan di Yogyakarta) menyebutkan, angka kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia sangat tinggi. Menurut data Rifka Annisa sendiri, rata-rata per harinya ada satu perempuan korban kekerasan yang mengadu. Bahkan dalam enam tahun terakhir, lebih dari 1.500 kasus dilaporkan. 227 di antaranya merupakan kasus perkosaan dan 128 kasus pelecehan seksual. Sisanya adalah kekerasan dalam rumah tangga, hubungan berpacaran, keluarga, dan lain-lain.
Jumlah faktualnya diyakini jauh lebih tinggi karena perempuan masih enggan melaporkan kasus perkosaan atau pelecehan seksual yang dialaminya. Fakta ini membuat kita bertanya-tanya. Mengapa cewek lebih sering dijadikan korban pelecehan seksual dibandingkan cowok?

Cewek selalu dianggap sebagai pihak yang mengundang nafsu cowok.

Konon, nafsu cowok mudah sekali terangsang apabila melihat wanita yang sekiranya cantik atau seksi. Maka dari itu, orang tua selalu mewanti-wanti anak perempuannya agar bersikap dan berpenampilan wajar. Sopan dan tidak terlalu mencolok. Tujuannya tentu saja untuk menjauhkannya dari kriminalitas, yang salah satunya adalah pelecehan seksual.

Katanya, cewek berbaju minim bikin cowok suka “usil”. Kalau memang begitu, mengapa ada korban nenek-nenek?


Cewek seringkali diperingati untuk tidak menggunakan pakaian terbuka. Mulai dari rok mini, baju dengan belahan dada rendah, hingga pusar yang terbuka. Pakaian-pakaian macam inilah yang digadang-gadang dapat meracuni pikiran cowok dengan keinginan jahat. Tapi, kenyataannya tidak selalu demikian.
Kita pernah mendengar kasus nenek-nenek yang diperkosa oleh anak muda. Ada pula ayah yang memperkosa anaknya sendiri yang masih kecil. Ada pula cewek berhijab yang dilecehkan oleh cowok-cowok tak bertanggung jawab. Apakah ini bisa jadi bukti kalau berpakaian minim adalah penyebab banyaknya pelecehan seksual pada cewek?

Cewek memang sumber keindahan meskipun secara fisik pun, ia sudah sangat tertutup. Itu memang kodrat yang Tuhan beri sejak lahir.


Ya. Bagaimana pun, Tuhan memang telah menakdirkan cewek sebagai makhluk penuh keindahan. Setertutup apapun penampilannya, cewek tetap terlihat menarik dan cantik. Tapi, apakah ini harus dijadikan salah satu penyebab maraknya pelecehan seksual cewek? Salahkah seseorang terlahir sebagai cewek?

Sudah jadi budaya sejak zaman nenek moyang, perempuan dianggap sebagai sosok yang lemah.


Ya. Kebanyakan budaya di dunia memang masih menganut patrilineal. Karena itu pula, posisi cewek dianggap ada di bawah kekuasaan cowok. Karena posisinya yang lebih rendah, tak mengherankan apabila cewek pun dianggap sebagai sosok yang lemah (dan bisa dilemahkan).


Cewek dianggap sebagai manusia yang levelnya di bawah cowok.



Karena posisi yang lebih rendah, cewek pun dianggap bisa diperlakukan apa saja. Nah! Buat cowok yang notabenenya kurang baik, keadaan ini bisa dijadikannya alasan untuk melecehkan cewek.

Kadang, cewek juga dianggap lebih bodoh dan polos dibandingkan pria. Padahal, gak mentah-mentah juga semua cewek begitu.


Karena posisinya yang dianggap lemah, cewek juga seringkali dianggap lugu, polos, bahkan bodoh. Cewek dianggap tidak tahu apa-apa. Ia akan menurut saja pada pihak yang lebih berkuasa dan dianggap pintar. Dengan begitu, cewek mudah dikenai tipu daya. Padahal, tidak semua cewek begitu. Pasca pelecehan terjadi pun, cewek masih bisa melakukan perlawanan terhadap pelaku pelecehannya.

 

Pada saat yang kebetulan, cewek sedang berpikir positif dan berprasangka baik pada lingkungan sekitar.

Apa salahnya cewek berpikir positif pada lingkungan sekitar? Tidakkah mengenal orang baru juga baik untuk kehidupan sosial?

Lalu muncullah pelaku pelecehan yang bermain keroyokan, dengan tenaga yang jauh lebih kuat.

Jika ingin membandingkan kekuatan fisiknya, jelas saja cewek lebih kuat daripada cowok. Mungkin ini juga salah satu kodrat kelahiran manusia. Namun yang tidak adil adalah mengapa kekuatan fisik yang lebih ini, digunakan oleh cowok-cowok tidak bertanggung jawab?
Coba lihat kasus Yuyun. Ia hanya sendirian dan berusia muda. Sekalipun Yuyun berfisik sangat kuat, jika harus melawan 14 orang laki-laki sekaligus, tentu saja kekuatannya tak akan sebanding.

Pelecehan juga banyak yang terjadi saat seseorang dipengaruhi alkohol dan obat-obatan. Sedangkan itu, pengguna alkohol dan obat-obatan masih didominasi cowok.

Dikutip dari BBC Indonesia, jumlah pasien yang dirilis Pusat Informasi Dinas Kesehatan Nasional (NHS) Inggris, hampir dua di antara tiga kasus alkohol adalah pria. Pria masih mendominasi jumlah yang masuk rumah sakit karena menenggak alkohol. Begitu juga dengan obat-obatan terlarang. Di bawah pengaruh keduanya, kesadaran cowok hilang dan pelecehan bisa terjadi.

Pelecehan juga sering terjadi karena emosi dan pelampiasan sesaat. Misalnya, saat tidak adanya penyaluran hasrat seksual yang tepat.


Pernah dengar kasus seorang cowok memperkosa cewek setelah menonton film porno? Apakah cewek yang diperkosa itukah yang mengundang si cowok untuk melakukan pelecehan? Tidak, kan? Kasus semacam ini bisa saja terjadi karena orang tersebut mendapatkan dorongan seksual dari film tersebut. Lantas, ia tidak memiliki saluran hasrat seksual yang tepat. Dengan begitu, orang lainlah yang menjadi korbannya.
Di saat-saat seperti ini, pelaku pelecehan mungkin saja merasakan emosi sesaat. Ketika nafsu datang, logikanya tidak bisa mendapatkan porsi yang seharusnya. Akibatnya, penyesalanlah yang terjadi usai pelecehan dilakukan.

Dengan adanya kekuasaan, pelaku pelecehan akan selalu pintar mencari kesempatan dalam kesempitan.

Tak perlu berbicara soal cowok dan cewek sekalipun. Selama pihak tertentu memiliki kuasa dan kesempatan, pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa. Entah pada cewek, anak-anak, bahkan cowok.
Bukan untuk berdebat apakah ini salah cewek atau cowok. Namun dari sekarang, alangkah baiknya membekali diri kita dengan perbuatan-perbuatan positif. Perbanyak kegiatan yang bermanfaat untuk sesama dan meningkatkan ibadah. Jika semua orang mampu melakukan ini, niscaya kasus pelecehan tidak akan terjadi lagi.

Setelah Memarahi Polisi, Kini Giliran Sonya Depari Jadi Duta Bagi Indonesia?


Masih ingat aksi marah-marah anak SMA saat ditilang polisi di Medan? Iya! Sonya Depari (18) menarik perhatian publik setelah mengancam salah satu polwan yang menghentikan konvoi kelulusan bersama teman-temannya dan mengaku sebagai putri dari Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional.

"Berkat" aksinya itu Sonya dipercaya sebagai Duta Anti Narkoba.

Sonya Depari diangkat sebagai Duta Anti Narkoba oleh BNN dan pihak Gereja Reformis. Penetapan tersebut dilaksanakan saat acara gerejanya di Lapan Banteng, Medan, Sabtu (7/5).


Mendapat kecaman dari netizen setelah videonya tersebar, Sonya memang mengalami masa-masa sulit. Dirinya pun diejek oleh orang-orang yang geram atas aksinya. Maka, dengan penetapan sebagai Duta Anti Narkoba diharapkan semangat dan kepercayaan diri gadis tersebut dapat dipulihkan. Sonya juga ingin dijadikan sebagai perwakilan para pemuda di gerejanya.

Sonya Depari bukan Duta Anti Narkoba pertama.


Sebelumnya, Trio Cecepy (Cewek-cewek Happy) yang beranggotakan Ayu Ting Ting, Julia Perez dan Zaskia Gotik pun didaulat sebagai Duta Anti Narkoba oleh BNN, Februari silam.

Mengaku sebagai anak Deputi Bidang Pemberantasan BNN, jadi Duta Anti Narkoba.


Tidak heran ketika Zaskia Gotik menghina Pancasila dan jadi Duta Pancasila, kemudian sekarang Sonya Depari yang mengaku sebagai anak orang penting di BNN dijadikan Duta Anti Narkoba. Keterkaitan terhadap kontroversi yang dijadikan 'alasan' lain untuk menjadi seseorang yang belum tentu memiliki kapabilitas menjadi duta bagi Indonesia.

Dengan penunjukkan ini, setujukah kamu dengan langkah yang diambil oleh pihak pemerintah ataupun lembaga pemerintah?

 

Skripsi Terhambat, Mahasiswa Gorok Leher Dosen Hingga Meninggal Dunia


Suasana kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Jalan Mukhtar Basri, Kecamatan Medan Timur, Senin (2/5) mendadak heboh.
Pasalnya, seorang mahasiswa nekat menggorok leher dosennya sendiri hingga tewas di dalam ruang kampus.
Informasi yang dihimpun Waspada Online dari lokasi kejadian, dosen yang tewas tersebut dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bernama Dra Hj. Nurain Lubis (63), dan pelaku diketahui bernama Roy Mardo Sah. S, warga Jalan Merdeka Gg. Madrasah, Kecamatan Padang Sidimpuan Utara.
“Dosen kami bang. Tewas digorok. Saat ini pelaku masih kami amankan,” teriak mahasiswa.
Dijelaskan, insiden pembunuhan itu disebabkan masalah skripsi pelaku, yang tidak diterima sang dosen (korban).
“Gara-gara skripsi bang. Makanya dia tega gorok leher dosen itu,” jelas mahasiswa yang enggan menyebutkan identitasnya.
Mendapat informasi adanya mahasiswa yang tega menggorok leher dosennya sendiri, personel dari Polresta Medan dibantu Polsek Medan Timur langsung turun ke lokasi guna mengamankan pelaku.
Motif pelaku tega menggorok dosennya ini diduga karena masalah pengerjaan skripsi yang terhambat. Ada dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini. Namun, polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
“Memang benar. Penyebabnya belum tahu pasti. Namun pelaku sudah kita amankan yang kini masih berada di dalam kamar mandi kampus,” tutur Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ucox P Nugraha Rambe.
Saat ini, suasana kampus UMSU Jalan Mukhtar Basri cukup mencekam, karena para mahasiswa mencoba menghalang-halangi kedatangan pihak kepolisian dengan cara melakukan pelemparan batu. (wol/lvz/data2)
*Usai Bunuh Dosennya, Pelaku Terjebak dan Bersembunyi di Kamar Mandi
Roymando Sah Siregar, mahasiswa semester VI Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) yang menggorok leher dosennya, Nuraini bersembunyi di kamar mandi Fakultas Ekonomi.
Usai menggorok korbannya, pelaku berusaha kabur dengan barang bukti senjata tajam. Dia kemudian bersembunyi di kamar mandi, namun karena sudah dikepung dia terjebak di sana tidak bisa keluar.
“Jangan kasih keluar dulu. Tetap di dalam dulu,” kata Kapolsekta Medan Timur, Komisaris BL Malau yang turun langsung ke lokasi, Senin (2/5/2016) sore.
Malau yang mengenakan seragam dinas terlihat sibuk bernegosiasi dengan ratusan mahasiswa. Para mahasiswameminta agar pelaku segera keluar dari kamar mandi.
“Tenang dulu kalian. Biarkan kami berfikir sebentar,” ungkap Malau yang sudah tampak mandi keringat.
Meski diberi pengertian, mahasiswa tetap meminta pelaku untuk dikeluarkan.
Hingga saat ini, pelaku yang terjebak di kamar mandi mendapat pengawalan ketat dari polisi.
“Coba kasih jalan dulu. Jangan ada yang di tengah jalan,” ucap Malau mencoba meredam amarah para mahasiswa.(Tribunnews.com)

Gak Usah Mimpi Jadi Kaya dan Sukses Kalau Kamu Masih Gemar Melakukan 9 Hal Ini!


Kehidupan yang sukses dan kaya kerap menjadi dambaan dari kebanyakan orang. Namun seperti yang kita lihat dalam keseharian, tak banyak yang bisa mencapainya. Jumlah orang sukses, memiliki banyak aset, pastilah jauh lebih sedikit daripada orang-orang kebanyakan.

Kenapa bisa terjadi? Alasannya cukup sederhana. Mereka dengan sadar meninggalkan apa yang membuat mereka tak berkembang. Faktnya tidak banyak orang yang mau meninggalkan sembilan kebiasaan penghambat kesuksesan berikut ini!


1. Tidak bisa menerima kritik.

Orang yang tidak bisa menerima kritik akan kesulitan melangkah ke depan. Ini dikarenakan ia terlalu percaya pada persepsinya hingga menolak saran orang lain. Padahal manusia adalah makhluk yang penuh kesalahan. Kita tidaklah mungkin 100 persen dan mutlak selalu benar sepanjang hayat.

2. Malas bangun pagi.

Lihatlah para orang sukses, jarang yang menggadaikan paginya pada kemalasan untuk terus molor. Banyak sekali hal bermanfaat yang bisa didapatkan dari bangun pagi, antara lain; punya waktu lebih banyak dengan keluarga, olahraga dan menyiapkan keperluan wajib di hari tersebut. Ingat, persiapan yang matang adalah kunci kesuksesan!

3. Suka menunda pekerjaan.

Menunda pekerjaan adalah ciri kegagalan yang paling mudah terlihat. Menunda pekerjaan ini akan berakibat buruk padamu dalam jangka panjang. Menunda pekerjaan berarti menumpuk pekerjaan dalam satu waktu yang mana nantinya akan mendapatkan hasil tidak maksimal


4. Gemar bermalas-malasan.

Kalau kata Pidi Baiq, manusia memang mempunyai hak untuk malas. Tetapi coba bayangkan semisal kita bermalas-malasan sepanjang waktu. Siapa yang akan membiayai makanan, listrik dan segala keperluan hidup? Karena itu, cobalah untuk beraktivitas dengan giat agar kamu bisa sukses. Minimal sukses untuk menanggung keperluan hidupmu sendiri.

5. Tidak punya rencana keuangan.

Faktor kegagalan dalam pencapaian kesuksesan adalah kurang detailnya rencana. Salah satu rencana yang harus didetailkan adalah rencana keuangan. Rencana keuangan akan membantu kamu mengontrol pemasukan dan pengeluaran. Tanpa rencana keuangan, bisa jadi pengeluaran akan selalu lebih besar daripada pemasukan yang artinya kamu merugi.

6. Menghindari tantangan.

Kita tidak akan bisa melangkah maju bila terus bermain di zona aman. Maka salah satu cara untuk berkembang adalah menghadapi tantangan dan mengalahkan kesulitan. Selama kita selalu menghindari tantangan dan lari dari kesulitan, tak akan ada kemajuan hidup yang didapat.

7. Enggan belajar hal-hal baru.

Belajar adalah kunci kesuksesan. Dengan belajar, kita dapat membuka "pandangan" baru yang belum pernah kita saksikan. Orang yang enggan belajar, akan tampa sepeti katak dalam tempurung. Artinya dia tidak bisa melompat lebih jauh untuk memperbaiki kehidupannya sekarang.

8. Cenderung anti-sosial.

Pintu rezeki itu ada dalam hubungan silaturahmi dengan orang lain. Rezeki sendiri datangnya pasti dari mereka, entah itu klien, keluarga, sahabat atau yang lainnya. Maka menjaga hubungan baik dengan orang lain itu perlu dengan cara bersosialisasi.

9. Tidak mau mengakui Tuhan.

Mau tidak mau, kau harus mengakui satu hal. Tidak ada yang tahu pasti nasib sukses dan kekayaan di masa depan. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi nanti. Karena itu, kenapa kamu tidak mencoba membangun relasi baik kepada Tuhan?

Nah, apa kamu sudah menghilangkan kebiasaan di atas?

 






.


Musa : Pak Pendeta, Kenapa Tidak Ada Yang Hafal Kitab Suci Kristen? Dan Pendeta Menjawab..baca selengkap nya..tolong di bagikan



“Pak Pendeta, di dunia ini ada beberapa orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. Adakah orang yang hapal Alkitab di luar kepala? ”
PENDETA (bertitle Doctor Teology) : “Di dunia ini mustahil ada yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, mustahil dia bisa hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu yaitu buku yang demikian tidak tipis, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an yaitu buku yang demikian tipis, maka dari itu gampang dihapal. ”
(Jawaban pendeta itu begitu singkat, tidak rasional serta begitu merendahkan bahkan melecehkan AI Qur’an)
Dengan jawaban pak Pendeta hanya seperti itu, karena penasaran, kami maju ke depan, merebut mikropone yang ada ditangan akhwat itu, serta meneruskan pertanyaan akhwat tadi. (maaf di sini kami gunakan nama pengganti HILS)
HILS : “Maaf pak Pendeta, tadi ayah katakan bila Al Qur an yaitu buku yang begitu tidak tebal, maka dari itu gampang dihapal di luar kepala. Tetapi pak Pendeta, bila setipis-tipisnya Al Qur’an, ada sekitaran 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tetapi sebenarnya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. Bahkan anak kecil walau banyak yang hapal di luar kepala, meskipun berarti belum dipahami. Saat ini saya bertanya pada pak Pendeta, Alkitab itu terbagi dalam 66 kitab bukan? Apabila pak Pendeta hapal satu surat saja di luar kepala (1/66 saja), semuanya yang ada di sini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi! Mari silahkan pak Pendeta! ”
Hafal Injil, Bible, Kitab Suci Kristen
Mendengar tantangan saya seperti itu, situasi jadi tegang, mungkin saja saja audiens yang muslim cemas, beberapa janganlah ada satu di antara Pendeta yang betul-betul hapal satu di antara surat saja di dalam Alkitab itu. Kalau ada yang hapal, berarti saya mesti tepati janjiku yaitu harus masuk Kristen kembali. Lantaran beberapa Pendetanya diam, saya lemparkan pada jemaat atau audiens Kristen yang dibelakang.
HILS : “Ayo kalian yang dibelakang, bila ada di antara kalian yang hapal satu surat saja dari Alkitab ini di luar kepala, sekarang ini semua jadi saksi, saya bakal kembali masuk ke agama Kristen lagi, silakan!! ”
Masih tetap dalam keadaan tegang, dan memanglah saya kenali persis bakal mustahil saja ada yang hapal walau satu surat saja di luar kepala, tantangan itu saya robah dan turunkan lagi. Saat itu terdapat banyak Pendeta yang ada sebagai pembicara maupun sebagai moderator. Mereka itu usianya bermacam, ada yang sekitaran 40, 50 dan 60an tahun. Saat yang demikian menegangkan, saya turunkan tantangan saya ke titik yang paling rendah, dimana semua audiens yang ada, baik pihak Kristen ataupun Islam semakin tegang serta mungkin saja sport jantung.
HILS : “Maaf pak Pendeta, umur andakan sekitaran 40, 50 tahun serta 60an th. bukan? Bila ada di antara pak Pendeta yang hapal SATU LEMBAR saja BOLAK BALIK ayat Alkitab ini, kalau PAS TITIK KOMANYA, sekarang ini semua jadi
saksinya, saya kembali masuk agama Kristen lagi!! Silakan pak! ”
Kemelut yang pertama belum pulih, dengan mendengar tantangan saya seperti itu, keadaan semakin
tegang, terlebih dipihak rekan-rekan yang beragama Islam. Mungkin saja saja mereka berasumsi saya ini hilang ingatan, over acting, begitu berani, masak menantang sebagian Pendeta yang nyaris rata­rata bertitel Doctor hanya hapalan satu lembar ayat Alkitab saja. Situasi saat itu demikian hening, tak ada yang angkat suara, mungkin saja cemas, beberapa janganlah ada yang benar-benar hapal ayat Alkitab satu lembar saja. Lantaran beberapa pendeta diam seribu bahasa, selanjutnya saya lemparkan lagi pada jemaat atau audiens yang beragama Kristen.
HILS : “Ayo siapa di antara kalian yang hapal satu lembar saja ayat Alkitab ini, bolak balik asal pas titik komanya, sekarang ini saya kembali masuk Kristen. Mari silahkan maju kedepan! ”
Kenyataannya tidak ada satu juga yang maju kedepan dari sekian banyak Pendeta maupun audiens yang beragama Kristen. Selanjutnya salah seorang Pendeta mulai bicara sebagai berikut :
PENDETA : “Pak Insan, senantiasa jelas saja, kami dari umat Kristiani memanglah tidak miliki kebiasaan menghapal. Yang utama buat kami mengamalkannya. ”
HILS : “Alkitab ini kan bahasa Indonesia, di baca selekasnya dipahami! Masak sebagian puluh tahun beragama Kristen dan sudah jadi Pendeta, selembar juga tidak terhapal? Kenapa? Jawabnya karena Alkitab ini tidak murni wahyu Allah, maka­nya sulit dihapal lantaran tidak mengandung mukjizat! Beda dengan Al Qur’an. Di dunia ini ada jutaan orang hapal di luar kepala, bahkan anak kecilpun banyak yang hapal di luar kepala semua isi Al Qur’an yang sebagian ratus halaman.
Walaupun sebenarnya bhs tidaklah bhs kita Indonesia. Namun kenapa gampang dihapal? Lantaran Al Qur’an ini betul-betul wahyu Allah, jadi mengandung mukjizat Allah, sampai dimudahkan untuk dihapal. Masalah mengamalkannya, kami umat Islam juga berusaha mengamalkan ajaran Al Qur’an.
Saya meyakini apabila bebrapa bapak benar­-benar mengamalkan isi kandungan Alkitab, jadi jalan cuma satu mesti masuk Islam. Bukti lain bila Al Qur’an yaitu wahyu Allah, bila dari Arab Saudi diselenggarakan minggu Tilawatil Qur’an, lantas semuanya dunia terhubung siaran itu, kami umat islam bisa mengikutinya, bahkan dapat juga menilainya apakah bacaannya benar atau salah. Serta saat ikuti siaran acara itu, tidak perlu harus mencari kitab Al Qur’an cetakan tahun 2000 atau 2005.
Sembarang Al Qur’an tahun berapakah saja di ambil, tentu sama. Beda dengan Alkitab. Bila ada acara minggu tilawatil Injil disiarkan segera dari Amerika, lantas semua dunia mengaksesnya, kitab yang mana yang jadi referensi untuk di ikuti serta dinilai benar tidaknya? Keduanya sama bahasa Inggris saja beda versi, jadi begitu mustahil bila ada umat Kristiani bisa melakukan minggu tilawatil Injil, lantaran keduanya tidak sama. ”
Alhamdulillah dari sanggahan kami seperti itu memperoleh sambutan hangat dan aplaus dari audiens yang beragama Islam. Oleh karenanya kami serius siapkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 10. 000. 000. ­ (sepuluh juta rupiah) untuk siapapun umat Kristiani yang bisa hapal ayat-ayat Alkitab meskipun 100 lembar saja bolak balik atas cocok titik komanya. Untuk yang ingin cobanya, kami persilahkan hubungi kami jika ada yang dapat menghapalnya di luar kepala, tanpa ada harus buat satupun kesal.


Kehidupan Korban selama Disandera Abu Sayyaf


Nahkoda kapal Brahma 12 Peter Tonsen Barahama bersyukur bisa dibebaskan setelah sebulan lebih disandera Kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Kehidupan yang keras harus dia alami selama berada di bawah cengkraman kelompok militan bersenjata itu.


Selama disandera, Peter terpaksa tinggal di hutan bersama Kelompok Abu Sayyaf. Seluruh kebutuhan Peter dan sembilan temannya, seperti makanan, tergantung penyandera. Mereka hanya bisa makan bila diberikan kelompok ini.


Hal ini bukan berarti para sandera bisa makan cukup, tiga kali sehari. Pasalnya, pasokan makanan militan ini juga tergantung kondisi sekitar. Makan cuma sekali sehari pun kerap mereka alami.


"Kadang sekali saja dikasih makan. Kadang kalau lokasinya bagus dan kondisi sekitar enggak ada operasi dari laskar Filipina bisa dua kali makan," kata Peter kepada Metro TV dalam perjalanan dari Filipina ke Indonesia, Minggu (1/5/2016).


Tak hanya itu, para sandera juga harus tidur di hutan beralaskan daun kelapa. Peter mengaku bila gigitan serangga sudah tak berasa lagi di kulitnya lantaran harus terlelap dengan kondisi ini.


Para sandera, lanjut dia, juga tak punya kesempatan buat mandi membersihkan diri. "Bersihkan diri tunggu air hujan saja. (Bersihkan) baju sama, tunggu air hujan saja. Kalau enggak hujan ya enggak cuci baju cuci badan. Seminggu-dua minggu enggak ada hujan ya gitu-gitu saja," jelas dia. 


Surianto, sandera lainnya, bercerita kelompok Abu Sayyaf kerap meneror, menakut-nakuti mereka. Salah satu yang paling diingatnya adalah teror potong leher. "Ada ancaman (potong leher), kalau uang enggak dikasih," jelas dia.


Para sandera, lanjut dia, pun tak bisa banyak berkegiatan selama di sana. Pasalnya, gerakan mereka terus dipantau. "Mereka jaga kita. Kencing pun dikawal, buang air besar dikawal," papar Surianto. 


Kini, baik Peter dan Surianto, bisa bernafas lega. Mereka bisa tersenyum kembali bebas usai disandera sejak 27 April lalu. Para sandera bisa kembali lagi ke dalam pelukan keluarga.  Mereka pun belum bisa banyak bicara soal rencananya ke depan. Peter cuma ingin bersyukur lebih dahulu. 


"Bingung juga, mau ucap sukur saja karena sudah dikasih cobaan hidup yang mungkin dibilang berat tapi enggak melebihi kemampuan kita," jelas dia.


Diketahui, setelah sekitar satu bulan disandera, 10 warga negara Indonesia akhirnya dibebaskan kelompok militan Abu Sayyaf. Mereka yang merupakan awak kapal tunda Brahma 12 kini sedang diterbangkan ke Tanah Air. Kesepuluh sandera itu, yakni: 

Peter Tonsen Barahama, 31, asal Batu Aji, Batam. 
Julian Philip, 50, asal Tondang Utara, Kabupaten Minahasa. 
Alvian Elvis Peti, 33, asal Kebon bawang Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Mahmud, 32, asal Telaga Biru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Surian Syah, 34, Kendari Sulawesi Tenggara. 
Surianto, 31, Wajo Sulawesi Selatan.
Wawan Saputra, 23, Puncak Indah, Malili, Palopo. 
Bayu Oktavianto, 23, Delanggu, Jawa Tengah. 
Rinaldi, 25, warga Tinumbu, Makassar.
Wendi Raknadian, 29.


Kini, masih ada empat WNI yang masih terus diupayakan pembebasannya. Mereka merupakan ABK kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Cristi, yang juga disandera kelompok Abu Sayyaf dari faksi berbeda.


Dengan dibebaskannya sepuluh WNI tersebut, kelompok Abu Sayyaf yang dikenal brutal dan sering menyandera untuk mendapatkan dana, masih menahan 13 orang lainnya. Mereka di antaranya empat warga Malaysia, Jepang, Belanda, Kanada, Norwegia dan Filipina. 



Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...era-abu-sayyaf

Tidur di Kapal, Bangun Disandera


Wawan Saputra, anak buah kapal Brahma 12 tak menyangka pelayarannya ke Filipina pada akhir Maret lalu bakal berakhir tragis. Terlebih, dia sudah beberapa kali berlayar ke Negeri Lumbung Padi itu.


"Sudah tiga kali (berlayar ke sana)," kata Wawan kepada Metro TV dalam perjalanan dari Filipina ke Indonesia, Minggu (1/5/2016).


Dia bersama sembilannya kawannya pun tak menaruh curiga sedikit pun pada pelayaran kali itu. Mereka menggunakan rute yang selama itu dipakai, dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju ke Batangas, Filipina selatan, dan tak pernah menemukan masalah. 


Pria asal Puncak Indah, Malili, Palopo, Sulawesi Selatan, ini pun sempat tertidur pulas saat kapalnya melalui perairan sekitar Pulau Languyan, Provinsi Tawi-tawi, Filipina. Namun tak tanpa disangka Wawan, kapal Brahma 12 yang ditumpanginya disergap kelompok militan Abu Sayyaf. 


"Pada saat itu saya belum tahu persis karena pada kejadian itu saya sedang tidur di bawah, di kamar ABK," aku dia.


Wawan terbangun. Namun, kondisi kapal sudah diselimuti suasana suram tak seperti saat dia tidur. "Saya bangun, mereka (kelompok Abu Sayyaf) sudah di atas kapal. Kejadian persisnya saya enggak tahu," jelas dia.


Kehidupan Wawan bersama ABK Brahma 12 pun berubah total. Mereka harus tidur di hutan dan makan bergantung pada kebaikan hati para penyandera. Sekitar sebulan lebih kehidupan keras ini harus mereka jalani. 


Namun, Wawan sudah bisa bernafas lega. Dia dan sembilannya baru saja dibebaskan Abu Sayyaf. Mereka pun dalam perjalanan ke Tanah Air. Tapi, pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk membebaskan empat warga negara Indonesia lain yang juga disandera Abu Sayyaf. 


Mereka merupakan ABK kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Cristi, yang disandera kelompok Abu Sayyaf dari faksi berbeda. Diketahui, Abu Sayyaf yang dikenal brutal dan sering menyandera untuk mendapatkan dana, masih menahan 13 orang lainnya, di antaranya empat warga Malaysia, Jepang, Belanda, Kanada, Norwegia dan Filipina. 


Kelompok pemberontak tersebut sebelumnya telah memenggal kepala John Ridsdel, 68, seorang warga Kanada setelah tenggat waktu tuntutan tebusan sudah terlewati. Ridsdel beserta tiga orang lainnya, disandera sejak tiga bulan lalu di sebuah kawasan resor di Filipina selatan.


Ridsdel yang merupakan pejabat perusahaan tambang, dipenggal Senin lalu. Potongan kepala Ridsdel ditemukan di dalam sebuah kantong plastik hanya beberapa jam setelah tenggat waktu yang ditentukan telah terlewati.

Tinggi Gelombang 3 Meter, BMKG Bengkulu Keluarkan Peringatan Dini


BENGKULU – Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, Minggu (1/5/2016), mengeluarkan peringatan dini untuk waspada gelombang laut tinggi 1 hingga 3 meter di perairan Bengkulu, Enggano, dan Samudra Hindia Barat Bengkulu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno BMKG Bengkulu, Anjasman menjelaskan, prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Bengkulu hingga Enggano, tinggi gelombang laut dari 1,0 meter hingga 2,0 meter. Dengan kondisi cuaca hujan sedang serta arah angin dari timur laut hingga barat daya, dengan kecepatan 5 hingga 20 knots.

Sementara tinggi gelombang laut di wilayah perairan Samudra Hindia Barat Bengkulu dari 1 meter hingga 3 meter, dengan kondisi cuaca hujan lebat. Angin berembus dari arah timur selatan dengan kecepatan angin 5 hingga 20 knots.

''Kita minta nelayan di Bengkulu agar waspada dengan prakiraan gelombang tinggi yang bakal melanda perairan Bengkulu hari ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,'' imbau Anjasman, Minggu (1/5/2016).

Selain itu, ia menjelaskan, hari ini enam kabupaten/ kota di Bengkulu diprediksi dilanda hujan dengan intensitas ringan. Sementara empat kabupaten lainnya diprediksi dilanda hujan dengan intensitas sedang.

Rinciannya, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Kepahiang, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu. Selanjutnya, hujan dengan intensitas sedang diprediksi melanda, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Mukomuko, dan Lebong.

''Hujan diprediksi akan terjadi pada sore dan malam hari,'' ujarnya.
Anjasman mengatakan, arah angin di wilayah Bengkulu umumnya bertiup dari arah timur laut hingga barat daya dengan kecepatan angin 5 hingga 32 km per jam atau 3 hingga 18 knots.

Hari Pertama Tayang, AADC 2 Raup Jumlah Penonton Fantastis


Jakarta - Film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2), mulai ditayangkan serentak di bioskop Tanah Air pada Kamis (28/4/2016). Menjadi sekuel dari film fenomenal Ada Apa dengan Cinta? yang rilis 14 tahun yang lalu, tak heran bila penonton lantas berduyun-duyun datang ke bioskop demi menonton film ini.

Meski sudah diprediksi sebelumnya, ternyata penonton dari film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini mencapai angka yang sangat fantastis, yakni 200 ribu penonton, di hari pertama saja.

"Terima kasih penonton hari pertama #AADC2 . Belum pernah ini terjadi sebelumnya. Sungguh merasa terhormart," ucap Mira Lesmana, Produser AADC 2, lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (29/4/2016).

Ia lantas melampirkan sebuah gambar yang berisi tulisan,"Terima kasih penonton Indonesia penayangan hari pertama #AADC2 Tembus 200.000 penonton."

Angka ini, memecahkan rekor penayangan hari perdana dengan jumlah penonton terbanyak dalam sejarah perfilman Indonesia, yang sebelumnya dipegang oleh Comic 8: Casino Kings Part 2. Di hari pertama penayangannya, beberapa waktu lalu, film garapan Anggy Umbara ini sempat mengumpulkan 105 ribu penonton.

Pencapaian ini, menyentuh hati Mira Lesmana. "Terharu dengan sambutan penonton hari pertama ini untuk #AADC2 .Terima kasih Terima kasih," tulis Mira Lesmana.

Mari Kita Renungkan IPK TINGGI ??? Buat apa......


Saat yudisium tiba, tidak ada yang lebih penting buat mahasiswa selain nilai. Tiap mahasiswa pasti penasaran dengan indeks prestasi komulatif yang diperolehnya. Sangking penasarannya, banyak mahasiswa yang begadang sampai jam 00.00 supaya segera lihat nilainya. Gagal loading, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi.
Perasaan senang hinggap kalau IPK agan cumlaude. Dengan gaya sok rendah hati yang dibuat-buat, agan akan memposting transkrip nilai di Medsos. Tapi kalau IPK agan jeblok, dengan nada tegar yang dibuat-buat kita akan nulis status “IPK bukan segalanya.” Atau, “Yang penting adalah proses mendapatkannya.”

Hak untuk bangga atau tidak terhadap IPK adalah hak setiap bangsa. Tapi, ada baiknya kalau agan coba merenungkan 15 pertanyaan ini :

1. Bagaimana IPK Dibuat?
 
Di dunia akademik, metedologi adalah hal penting yang tak boleh diabaikan. Dalam penelitian, misalnya, peneliti harus pertanggungjawabkan sumber dan analisis datanya. Dari mana data berasal? Bagaimana data itu diolah dan dianalisis?

Idealnya, pertanyaan serupa juga perlu diungkapkan terhadap IPK. Bagaimana dosen memunculkan angka antara 0 sampai 4 itu di kartu hasil studi agan?

Secara normatif, skala 0 sampai 4 pada IPK adalah akumulasi penilaian kuantitatif dari nilai tugas, nilai ujian tengah semester, dan ujian akhir semester. Ketiga komponen itu dijumlahkan dengan rasio bobot tertentu. Ada dosen yang membuat rasio 1:1:1, ada yang 1:2:3, ada juga yang 2:1:2

Tapi, apakah penghitungan itu dilakukan secara ketat? Hanya Tuhan dan dosen agan yang tahu.



2. Mengapa Universitas Perlu Membuat IPK?
 
Universitas menggunakan IPK sebagai alat ukur. Alat ukur biasanya menghasilkan angka atau tanda lain yang merepresentasikan sebuah kondisi. Angka atau tanda ini kemudian dibaca untuk mengetahui kondisi aktual. Dalam hal IP, kondisi yang ingin diketahui adalah perkembangan performa akademik mahasiswa.

Dengan IP, universitas bisa membuat kebijakan yang sesuai kebutuhan mahasiswa. Misalnya, mahasiswa ber-IPK rendah harus mengikuti pendalaman. Adapun mahasiswa IPK tinggi boleh mengikuti kuliah lanjutan.



3. Mengapa di Dunia Ini Harus Ada IPK?
 
Para pemikir positivistik zaman dulu percaya bahwa realitas hanyalah sesuatu yang dapat dilihat, diamati, diukur. Di luar sesuatu yang dilihat hanyalah takhayul, omong kosong, atau ilusi.

Keyakinan ini tampaknya diadopsi oleh para akademisi beraliran sama. Mereka hanya percaya sesuatu ada jika tampak, terlihat, dan terukur.

Mereka percaya kemampuan, pemahaman, dan penghayatan mahasiswa terhadap sebuah konsep juga harus terukur. Mereka baru percaya bahwa seseorang mampu, paham, atau menghayati jika ada indikatornya.

Keyakinan semacam inilah mendorong para dosen membuat alat ukur dengan berbagai alat tes. Dulu orang percaya soal pilihan ganda cukup akurat. Belakangan, orang yakin soal pilihan ganda adalah kekonyolan sehingga perlu ditinggalkan.

Untuk menggantikan itu, para dosen membuat alat ukur lain, misalnya ujian lisan, menulis makalah, atau portofolio.



4. Apakah IPK Cukup Akurat untuk Menilai Prestasi Mahasiswa?

Jika digunakan untuk mengukur aspek kognitif, tes-tes tertulis mungkin cukup memadai. Tapi, tes-tes semacam itu tidak bisa membaca aspek-aspek kemanusiaan lain, misalnya keyakinan, penghayatan, dan pengamalam. Padahal ketiga hal itu merupakan tujuan tertinggi pendidikan.

Ada sebuah kasus. Seorang guru agama Islam menggelar ujian lisan dengan meminta siswanya menghafal surat Al-Maa’uun. Siswa A mendapat nilai bagus karen hafal surat pendek itu. Tapi siswa B justru mendapat nilai jelek. Siswa B tidak hafal surat Al-Maa’uun, meskipun ia hafal surat Ali Imron.



5. Benarkah Orang Tua Kita Senang IPK Kita Tinggi?

Tiap orang tua berharap anaknya jadi orang baik – apa pun profesinya. Jika anaknya kuliah, tentu saja orang tua ingin anaknya jadi lebih cerdas dari sebelumnya.

Beberapa orang tua bangga anaknya ber-IP tinggi karena bisa dijadikan bahan obrolan di kantor. Beberapa orang tua senang anaknya cepat lulus supaya bisa dipamerkan dengan tetangga.

Tapi, ada juga orang tua yang tak ambil pusing dengan IPK anaknya. Mereka woles. Asal kamu bahagia, dia ikut bahagia juga; berapa pun IPK-mu.

 6. Jika IPK Agan Rendah, Apakah Berarti Agan Bodoh?

Masih ingat pidato sis Erica Goldson saat pidato kelulusan? Lulusan terbaik itu menyinggung satu hal penting.

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.”

Erica percaya, untuk dapat nilai bagus mahasiswa hanya harus melakukan hal yang sangat sederhana: turuti dosen. Kalau bisa, beri lebih dari yang mereka minta. Dosen suruh buat satu makalah, buatlah 3 makalah. Dosen minta Anda presentasi, berkhutbahlah! Dosen minta Anda rajin kuliah, berangkatlah ke kampus sebelum Shubuh.

Tapi, itu pilihan yang punya risiko juga. Jika agan terlalu sibuk menuruti keinginan dosen, agan justru tidak sempat menuruti keinginan agan sendiri.

Saat mahasiswa lain naik gunung, agan di kos kerjakan laporan praktikum. Saat teman agan rafting di Serayu, agan justru buat paper. Sementara teman agan pergi ke bioskop sama pacar, agan malah antri di servisan komputer gara-gara laptop agan njebluk!



7. Apakah IPK Berpengaruh Terhadap Masa Depan Saya?

Tergantung agan ingin jadi apa kelak. Kalau mau jadi karyawan, tentu perlu IPK bagus supaya bisa ikut rekrutmen. Tapi kalau pengin jadi pengusaha, yang lebih agan perlukan adalah kecapakan berinovasi dan mental baja.

Kalau agan pengin jadi pengacara dan buka firma hukum sendiri, IPK tinggi juga tidak mutlak diperlukan. Yang lebih agan perlukan adalah kecakapaan analisis.

Kalau agan pengin jadi seniman, berkreasilah. Buatlah sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang.



8. Benarkah Perusahaan Suka Karyawan Ber-IPK Tinggi?

Beberapa perusahaan membuat syarat ketat saat rekrutmen. Biasanya mereka hanya mengizinkan sarjana dengan IPK di atas 2,75 untuk ikut seleksi.

Sikap perusahaan ini, menurut beberapa analisis bukan strategi merekrut mahasiswa cerdas. Mereka hanya sedang menghindari merekrut karyawan malas.

Sebab, IPK 2,75 itu standar. Itu bisa diperoleh dengan cara-cara standar. Berangkat kuliah, presensi, nulis makalah, lalu ikut ujian. Jika IPK agan di bawah itu, ada kemungkinan agan malas. Itu saja.



9. Apakah IPK Membantu Kita Memperoleh Jodoh Idaman?
 
Menurut analisis psikologi sosial Prof Yamato Sukamesum, jumlah cowok yang tertarik dengan cewek karena kecerdasannya tidak lebih banyak daripada jumlah cowok yang tertarik dengan cewek karena fisiknya.

Kalau agan tidak percaya, perhatianlah saat cowok ngobrol dengan cewek yang baru dikenalnya. Dia memang berlagak memperhatikan pembicaraan, tapi percayalah, pandangan matanya akan “luber” ke mana-mana.

Begitu pula buat cowok nih. Cewek tidak tertarik dengan cowok pintar (apalagi sok pintar!). Lebih banyak perempuan justru tertarik dengan laki-laki yang membuatnya nyaman.

Agan bisa lihat sendiri di sekolah. Populasi jomblo lebih banyak diisi oleh pecinta karya ilmiah. Cowok yang bisa masukan bola ke keranjang setinggi 3 meter justru sering gonta-ganti pacar kan?



10. Apakah Calon Mertua Menanyakan IPK Saat Lamaran?

Tentu saja iya (jika calon mertua agan adalah dosen pembimbing skripsi agan di kampus). Bukan cuma tanya IPK, dia bahkan akan tanya kenapa rasio sampel dan populasi tidak representatif. Dia akan tanya bagaimana data A dan B ditriangulasikan.

Tapi kalau calon mertua agan adalah dai, dia tidak akan tanya IPK. Dia cuma akan memintamu shalat yang rajin.



11. Apakah IPK Tinggi Bisa Diagungkan ke Bank?
 
Tidak! Bank tidak peduli dengan kepintaran orang di sekolah. Bank lebih peduli pada kepintaran orang menghasilkan uang.

Ini memang fakta yang kej(i)am. Tapi memang begitulah cara bank bekerja.

Mereka bisa memberi kredit 5 miliar pada juragan tanah lulusan SD, tapi susah sekali memberi kredit pada lulusan cum laude untuk sekadar buka usaha.



12. Berapa IPK yang Diperlukan Agar Bisa Jadi Presiden?
 
IPK Joko Widodo saat kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada hanya 3,05. Tapi dia jadi presiden negara terbesar keempat di dunia.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama lulus dari Jurusan Ilmu Politik Columbia University, tapi tanpa penghargaan. Konon dia bisa diterima di Harvard Law School karena politik afirmasi ras. Selain itu, saat itu karirnya sedang bersinar sebagai tokoh politik berhaluan liberal.

Tersebar guyon, sarjana dengan nilai A atau cocoknya jadi dosen, peneliti, atau ilmuwan. Kalau nilanya B cocok jadi karyawan atau PNS. Kalau nilainya C cocok jadi pengusaha. Kalau C atau D, cocoknya jadi politisi.

13. Jika Ditanya, Apa yang Dibawa Mati? Nilai IPK Atau Proses Mendapatkan IPK?
 
Sebagai orang yang beriman, tentu kita sudah tahu jawabannya.



14. Apakah Soekarno Pernah Nyontek Supaya Dapat IPK Bagus?
 
Saat sekolah Teknik di Bandung, dia pernah bekerja sama dengan mahasiswa lain saat ujian. Dan dia menyebut perbuatan itu sebagai “gotong royong”. Tidak percaya? Bacalah buku Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adam.
 
15. Pertanyaan Terpenting: Lalu Kapan Kampus Akan Berhenti Memproduksi IPK?
 
Segera. Tidak lama lagi orang tidak percaya lagi dengan penilaian kuantitatif. Masyarakat ingin penilaian akademik yang lebih otentik. Saat itulah kampus akan berhenti memproduki angka-angka. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Sumber : klik disini